Hannan istisyad bertanya :
Ana
seorang mahasiswa di Malaysia. Mungkin Habib tahu tentang Ikhwanul
Muslimin sekarang ini, namun ana terasa perlu juga dimaklumkan kepada
Habib. Semoga Habib mendapat manfaat dengannya.
Ikhwanul
Muslimin BUKAN organisasi WAHHABI, bukan SUFI tetapi organisasi yang
MODERAT, yang sentiasa memilih jalan pertengahan. Ikhwanul Muslimin
menyatukan sufi dan salafi, mengambil mutiara-mutiara yang suci berseri
daripada kedua-duanya, dan meninggalkan kotoran-kotoran hasil perbuatan
manusia daripada kedua-duanya. Ikhwanul Muslimin menyanjung tinggi para
AHLUL BAIT yang berakhlaq seperti akhlaq rasulullah s.a.w dan mencintai
sesiapa yang mencintai Nabi s.a.w
Untuk
pemahaman yang lebih lanjut, sila rujuk kitab ; Syarah Risalah Ta'alim,
Muraja'ah: Syaikh Abdul Mun'in Ta'lib dan Syaikh Mushthafa masyur
JAWABAN AL ARIF BILLAH AL HABIB MUNZIR BIN FUAD AL MUSAWA
2009/07/23 11:02
Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,
Saudaraku yg kumuliakan.
Hasan
Al Banna diakui sebagai seorang yg berazazkan ahlussunnah waljamaah,
namun diteruskan oleh Said hawwa, yusuf qardhawiy dan beberapa lainnya
yg menolak mengakui suatu madzhab, mereka tidak mengakui 4 madzhab
Ahlussunnah waljamaah, mereka mengaku punya madzhab sendiri dg memilih
milih hukum atas dasar kedangkalan pemahaman ilmu hadits mereka
dibanding para Imam Madzhab 4 (Syafii, Maliki, Hanafi, dan Hambali),
mereka memilih satu dari madzhab ini, mengambil satu dari madzhab itu,
dan memilah milah semaunya dengan kedangkalan pemahaman syariah mereka.
Maka ikhwanul muslimin tidak lagi diakui oleh Jumhur (mayoritas) seluruh Madzhab.
niat
mereka baik, namun telah terkotori oleh akidah wahabi dan pemahaman yg
menolak bermadzhab dg madzhab yg shahih dan diakui oleh ribuan para Imam
dan Hujjatul Islam, mereka cenderung memisahkan diri, sedangkan Nabi
saw telah bersabda : "Barangsiapa yg memisahkan diri sejengkal dari
jamaah muslimin lalu mereka wafat dalam keadaan itu, maka mereka mati
dalam kematian jahiliyah. (Shahih Bukhari).
Niat
untuk mendirikan negara yg bersyariahkan islam yg mereka cita citakan
tidak didasari dg keluasan ilmu yg mendalam, karena Islam tidak pernah
mengenal negara yg bersyariahkan islam.
Khilafah
islamiyah adalah untuk dunia, bukan untuk suatu negara, Rasul saw
berhasil sukses dalam pengaturan dakwah dari Madinah, namun Rasul saw
tak menamakan : NEGARA MADINAH, atau NEGARA MEKKAH, atau nama suatu
negara, karena islam bukan untuk suatu negara, tapi untuk dunia.
Khalifah
tidak pernah muncul dg kekerasan dan perebutan kekuasaan, Rasul saw
adalah penguasa tertinggi islam yg berpusatkan di Madinah, namun Rasul
saw tetap membiarkan Abdullah bin Ubay bin Salul sebagai penguasa
madinah, padahal ia adalah gembong munafik yg dilaknat Allah swt.
Rasul
saw tidak merebut kekuasaan lalu bertahta sebagai pimpinan negara,
beliau adalah pemimpin seluruh manusia, namun beliau saw mengajarkan
bahwa islam tidak memperebutkan kekuasaan.
Ketika
seorang anshar berkata pada Rasul saw : Beri kami kekuasaan/jabatan
wahai Rasulullah.., maka Rasul saw menjawab : Kami tidak memberikan
kekuasaan/jabatan pada orang yg memintanya. (Shahih Bukhari).
Rasul
saw bersabda : Taatlah pada pemimpin muslim kepada hal yg kalian sukai
dan kalian tidak sukai, namun jika diperintah untuk berbuat dosa maka
jangan ditaati perintah itu (Shahih Bukhari).
Rasul saw tidak pernah mengajarkan untuk merebut kekuasaan, walau pada pemipin yg dhalim, selama ia muslim.
Berkata
Hudzaifah ibnul Yaman kepada Rasul saw : Wahai Rasulullah, kami dulu
dalam kejahiliyahan dan kejahatan, lalu kini kami dalam hidayah dan
kebaikan, namun apakah setelah kebaikan ini akan datang keburukan dan
kejahatan?,
Rasul saw : betul.
hudzaifah ra: lalu apakah setelah kejahatan itu akan muncul kebaikan lagi?
Rasul saw : betul
hudzaifah ra : apakah setelah kebaikan itu ada kejahatan lagi ?
Rasul saw : betul
Hudzaifah : bagaimana keadaan buruk saat itu?
Rasul
saw : akan muncul para pemimpin setelahku, mereka tidak berjalan dengan
petunjukku, dan tidak menjalankan sunnahku, dan akan muncul pada mereka
manusia berhati syaitan dan bertubuh manusia,.
hudzaifah : bagaimana jika aku menemui masa itu wahai Rasulullah?, apa yg harus kuperbuat..??
Rasul
saw : tetaplah taati penguasamu, walau ia mencambuk punggungmu dan
merampas hartamu, tetaplah taat padanya. (Shahih Muslim).
Juga
teriwayatkan ketika para tabiin mengadukan kejahatan khalifah Hajjaj
kepada Anas bin Malik ra, maka anas bin Malik ra berkata : bersabarlah..
(Shahih Bukhari)
Jelas
sudah bahwa Rasul saw tidak mengajarkan pemberontakan apalagi perebutan
kekuasaan walau pada pemimpin yg dholim selama ia muslim, karena Rasul
saw memahami ketika muslimin memberontak pada pemimpin yg dhalim maka
pemimpin itu akan membantai muslimin dan ulama, maka islam hancur
sendiri dan membuat musuh islam tertawa senang, karena mereka tak perlu
susah payah menghancurkan muslimin, karena muslimin sudah saling hantam
dan orang baik serta ulama sudah dibantai dan dibunuh oleh penguasa
muslimnya sendiri.
Inilah
yg tidak diinginkan oleh Rasul saw, Rasul saw menginginkan muslimin
bersabar jika ada pemimpin muslim yg jahat, namun tentunya para ulama
menyiapkan generasi calon pemimpin pemimpin yg baik, yg kemudian bisa
menggantikan si jahat, namun itu semua hanya bisa terjadi jika ulama
banyak, dan tidak dimusuhi atau diperangi oleh penguasa yg dholim.
Sebagian
saudara kita muslimin tidak faham hal ini, mereka ingin membuat negara
dengan merebut kekuasaan, padahal itu bukan ajaran Rasul saw.
Khalifah
Abubakar shiddiq ra tidak mau menjadi khalifah namun dipaksa oleh
sahabat, khalifah Umar ra tidak mau menjadi khalifah namun diperintah
oleh Abubakar shiddiq ra, khalifah ustman tidak mau menjadi khalifah
namun sudah diisyaratkan oleh Umar ra sebelum wafat, khalifah Ali kw
lari dari kejaran sahabat untuk dijadikan khalifah namun akhirnya ia
terima karena dipaksa dengan keras.
Semua khalifah tidak ada yg mencalonkan dirinya sebagai pemimpin, atau menjatuhkan pemimpin muslim lainnya walau dholim.
Sayyidina Hasan bin ali ra menyerahkan khalifahnya kepada Muawiyah demi tidak terjadi perpecahan pada muslimin.
Sayyidina
Husein ra datang bersama keluarganya untuk mendatangi undangan muslimin
dan bukan untuk berperang dg Yazid bin Muawiyah, namun kemudian ia
difitnah hingga Yazid bin Muawiyah membunuhnya.
Jika
sayyidina Husein ra berniat memerangi Yazid dan merebut kekuasaan, maka
ia tak akan membawa anak anak dan istrinya dan para kerabatnya yg
wanita, itu membuktikan bahwa Sayyidina Husein ra datang untuk
kedamaian, namun difitnah seakan ia ingin merebut kekuasaan, maka iapun
dibunuh.
Inilah yg tak dikehendaki oleh Rasul saw.
Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu, semoga sukses dengan segala cita cita,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar